Me and Dandee :)
Sudah puaskah kalian dengan seragam putih abu-abu kalian?
Aku rasa tidak, karena di tengah masa yang akan datang nantinya kalian pasti ingin kembali ke masa itu.
Bagaimana rasanya lulus?
Mungkin sangat senang, setidaknya sebelum kalian mengetahui bahwa masih banyak rintangan untuk kelulusan yang akan datang.
Jangan puas hanya dengan melihat baju dicorat-coret.
Pada saatnya nanti kalian akan lebih puas melempar toga ke langit.
Itu nanti, dan cepat atau lambatnya tergantung kalian.
Mau meneruskan kemana?
PTN? Kerja? SMPTN? Swasta?
Pilihlah salah satu, toh itu bukan akhir yang menentukan kalian.
Ada yang tidak ingin SMPTN karena tidak ada jurusan yang sesuai dengan cita-citanya
Ada yang ingin kuliah lalu secepatnya bekerja.
Ada yang ingin PTN/PTS karena nama.
Ada yang benar-benar ingin kuliah dengan menemukan segala tantangan.
Dimana kalian?
Kalau aku ada di point keempat, di tempat baru dengan ilmu baru.
Apa hasilnya?
MENYENANGKAN.
Terkadang tidak ada salahya kita salah jurusan, karena akupun begitu di awal.
Terkadang ilmu baru yang tidak kita kenal, justru menjadi bekal kita di kemudian hari.
Kalian punya cita-cita, dan kalian juga pasti punya tujuan serta prioritas hidup.
Mulailah dibedakan.
Buatlah segala hal yang asing dan berbeda menjadi suatu kelebihan yang kalian kuasai nanti.
Bukan jurusan yang komersil di masyarakat yang menentukan kalian.
Bukan pula nama tempat kuliah kalian.
Bukan pula dinamika percintaan dan pertemanan kalian yang lebih bebas.
Tetapi diri kalian sendiri.
Selamat lulus dan selamat datang di dunia yang baru, kalian
#np Coldplay – Yellow
#np Coldplay - Every Teardrop Is a Waterfall
(will brightening your mood) J
Halo abadiku,
Apa kabar malam minggumu?
Bagaimana manggungmu hari ini? .
Siapa saja yang berteriak untukmu hari ini?
Pasti banyak, pasti keras, namun mungkin tak sekeras basreng yang tadi kumakan.
Aku sedang mendengar lagu-lagunya Heaven Shall Burn, sedang sedikit ber-headbanging karena lagu tersebut.
Lalu playlist berganti menjadi All American Rejects - I Wanna, dan semuanya berputar.
Saat dulu kau memainkan lagu ini di kamarku sambil memelukku, dan kita bernyanyi mesra.
Saat dulu hingga kemarin waktu terakhir aku mendengarkan lagu ini pun aku mengingatmu.
Sudahkah kau berhasil melupakanku?
Ah. Sepertinya sudah…
Apakah dia berhasil menggantikanku?
Ah. Sepertinya iya, seringkali kulihat tweet kalian yang tersinkronisasi.
Yah apapun itu sekarang, ketika kamu membaca ini suatu hari nanti, perasaanku tidak berubah.
Hahahaha… mungkin ini malam minggu terakhirku yang galau sejak 1 semester lalu.
Dimanapun kamu berada, aku hanya ingin menyampaikan satu hal,
jika semenjak ada kehadiranku, kita bisa bersama membuat xperimentale, maka semenjak ada kamu aku bisa menyelesaikan skripsiku.
Apapun susahnya, setelah minggu besok, semoga usahamu masih menjadi usaha kita.
Dan setelah minggu besok, aku pun sudah akan menyandang kelulusanku.
Aku memulai ini saat bersamu, dan hingga saat terakhir, meski tidak bersama, tetap kamu yang menjadi favoritku.
Terima kasih Alfon Pisceska Septiyana :)
Aku tidak pernah membatasi imajinasiku
Ataupun berpikir matang tentang plot suatu cerita
Aku enggan memberi kepastian cerita ini akan seperti apa
Aku tidak mengharuskan kisah ini menjadi romantis
Ataupun memaksakan sepasang senyuman
Karena jika aku membatasi pikiranku, mungkin sudah dari dulu aku membatasi rasa cintaku padamu.
Karena tidak terbatas, aku tetap bisa mencintaimu seperti sekarang.



